Kematian Nike Ardilla Diperingati
SEKIRA 2.000 ribuan penggemar Nike Ardilla, Sabtu (19/3) kemarin yang bertepatan dengan sepuluh tahun meningalnya Nike, lebih dari 2.000 fans dari berbagai daerah tumplek di kediaman Ny. Nining di Imbanagara, Ciamis, orang tua Nike. Diantara mereka ada yang dari Palembang, Jambi, Jakarta, Bogor, Tangerang, Bandung, Cirebon, Makassar, Cilacap, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, hingga dari Madura.
![]() NYONYA Nining, ibu dari almarhum artis Nike Ardilla sedang menunjukkan foto sampul album yang telah dihasilkan oleh Nike, karya fansnya. Lebih dari 2.000 fans Nike dari berbagai daerah tumplek di kediaman Ny. Nining di Imbanagara Ciamis.*UNDANG SUDRAJAT/’PR” |
Selain untuk doa bersama, para penggemar yang datang ke Ciamis ini juga ziarah ke makam Nike Ardilla di kompleks pemakaman keluarga daerah Cidudu, Imbanagara, Ciamis. Di depan makam ini, ribuan penggemar berdoa sekaligus mendengarkan siraman rohani dari H. Uun, tokoh agama setempat.
Prosesi acara peringatan kematian Nike (saat itu usia 19 tahun) ini dimulai di Bandung, Sabtu dini hari di lokasi kejadian. Acaranya, yaitu renungan yang dipimpin keluarga Nike dan panitia Nike Ardilla Fans Club (FANC). Setelah itu, para penggemar menuju ke Imbanagara, Ciamis tempat keluarga Nike berada.
Dari kediaman ini, sekira pukul 11.00 WIB, ribuan orang ini menuju ke makam untuk doa bersama. Sejumlah penggemar di makam ini tampak tak mampu untuk membendung air matanya. “Kalau sudah begini, saya sedih sekali, kenapa Nike dipanggil begitu cepat oleh Yang Kuasa,” ungkap Ny. Ana asal Jakarta yang datang ke Ciamis bersama anaknya untuk ikut acara mengenang 10 tahun meninggalnya Nike.
Usai acara di makam, para NAFC ini kembali ke Kafe Nada, untuk acara doa bersama kembali, lalu tukar pengalaman di antara penggemar, dan hiburan mengenang almarhum. Hadir dalam kesempatan itu, artis Deddy Dores, Tiara, Lia Natalia, dan lainnya. Seperti Tiara, sempat menyanyikan lagunya Nike “Bintang Kehidupan” dan “Berkas Sinar”. Saat lagu-lagu itu dilantunkan oleh para artis, para penggemar ikut bernyanyi bersama. Mereka benar-benar larut dalam lagu-lagu Nike yang sudah hafal di luar kepalanya.
Kendati Nike sudah pergi karena kecelakaan tunggal saat sedan Honda Genio D-27-AK menabrak pagar, setelah naik ke trotoar di Jln. RE Martadinata, Bandung, pada tanggal 19 Maret 1995 lalu, namun kharismanya tidak pernah padam. Di mata Nike Ardilla Fans Club (NAFC), penyanyi yang melejit lewat lagu “Bintang Kehidupan” itu, sosok pujuaan tak bisa tergantikan. Buktinya, ribuan fans-nya hadir. (undang sudrajat/”PR”)*Minggu, 20 Maret 2005

Joy Andrean Berkata
Maret 18, 2008 pada 12:50 pm
Nike never dies in her fans, She will be in our heart as Indonesian Legendary Diva..
Rest in peace.. keke
Dedi Berkata
Maret 20, 2008 pada 10:50 am
Assallamualaikum
Nama saya Dedi saya penggermar berat mbak Nike Ardila, saya setelah membaca berita bahwa kemarin telah di adakan memperingati 10 meninggalnya mbak Nike Ardila, saya hanya bisa mendoakan semoga semua amal mbak Nike diterima oleh Allah SWT, dan dibukan pintu surga amin.
Pada waktu itu tahun 1993 saya masih berumur 5 tahun tapi saya hafal lagu-lagu mbak Nike, saya tinggal di Lampung Barat, walaupun tempat tinggal saya jauh dari jangkauan Ibu kota bahkan pada waktu itu saya tidak pernah melihat berita-berita tentang mbak Nike.
Saya kagum dengan Mbak Nike Ardila,